December 24, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments

wni yang pasti masuk surga
Syarat pertama masuk surga adalah mati. Sebelum kita mati dan masuk surga, jawablah pertanyaan sederhana ini terlebih dahulu.
Berapakah hutang Indonesia sekarang?
Berapakah jumlah penduduk Indonesia sekarang?
Ternyata hutang Indonesia hingga Oktober 2011 lebih dari Rp 1.800.000.000.000.000,00 (Rp 1.800 miliar) informasi ini saya dapatkan dari finance.detik.com. Sebuah kebanggaan bukan? Nah sekarang kita coba jawab pertanyaan nomer dua. Dari hasil sensus penduduk 2010, penduduk Indonesia adalah 237.641.326 jiwa.
Kalau ditarik kesimpulan, berarti satu orang kena Rp 7.574.440,15. Ya, jika kita semua membayar ke kas negara sekitar 7,5 jt/orang, kita akan menjadi negara yang bebas dari hutang. Dan kita bisa masuk surga setelah mati. Karena saat di akhirat pahala kita tidak diambil sebagai pengganti hutang tadi. Sebenarnya ada cara yang lebih manusiawi untuk melunasi hutang tersebut yakni dengan mencicil Rp 2.075,19/hari selama dua puluh tahun. Dan kita pun bisa masuk surga.
December 13, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
Tak ku kira tak kusangka, dunia dibalik layar pun ternyata bisa keluar dan berada di depan layar. Teringat film-film bollywood, nama tokoh maupun alur ceritanya bisa ditebak-itu dulu. Ingat tokoh Raj? Vijay? Itu tokoh favorit sehabis sekolah berseragam merah putih, sambil makan siang dengan celana pendek merah berikat pinggang. Tokoh pria protagonis, gagah, dan tampan. Tokoh yang lebih bisa dijadikan panutan dari pada tokoh sinetron-itu sekarang. Walaupun mereka terkadang menari dan menyanyi untuk sang pujaan hati. Tapi bahasan kita bukan tentang Raj atau pun Vijay kali ini.
Ingat nama tokoh antagonis siapa? Pria berkumis, berparas harimau, ketawa lepas, kejam, melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya. Biasanya dia seorang tuan tanah atau pejabat pemerintah. Dialah Tuan Takur. Dialah karakter yang paling dibenci dan bahaya jika dijadikan suriteladan. Anehnya kekasih Raj atau Vijay adalah putri Tuan Takur, sungguh kasian pahlawan kita. Bagusnya, Tuan Takur selalu kalah, sehingga penonton selalu berfikir positif kalau kebenaranlah yang selalu menang.
Baik Raj, Vijay, atau pun Tuan Takur semuanya bisa menjadi sumber inspirasi. Dan mungin orang yang saya ceritakan ini terinspirasi dari salah satu tokoh tadi. Kenyataan yang membuat dahi berkerut dan bertanya-tanya “Kok bisa ya?”. Pernah berfikir Indonesia tidak maju gara-gara siapa? Pernah menemukan fakta lapangan kebangkrutan negara ini ulah siapa? Atau malah ikut berkontribusi? Dan sayangnya kita semualah aktor dan aktris yang membuat happy ending negara kita tidak nongol-mungkin belum. Dan orang ini kelihatannya berperan cukup benyak.
Bagaimana mau maju kalau masih ada tokoh Tuan Takur? Oknum-oknum penguasa, baik pemerintahan maupun non-pemerintahan yang semena-mena mewujudkan mimpi indahnya.
Di sebuah pulau dengan potensi alam yang dahsyat. Mau lempar batu sembunyi tangan, mau lempar batang sembunyi tangan semua bisa menghasilkan berkah bagi keseimbangan alam-asal jangan kena orang. Pulau nan subur ini masih milik kita, sepetak taman surga kalau kata Bimbo, pulau dengan potensi luar biasa. Ada seorang Tuan tanah yang berangkat dari mimpi besar. Puluhan ribu hektar luasnya. Ribuan karyawannya. Masih milik swasta dengan saham asing. Dan ditanami sawit.
Sikap tuan tanah nampak seperti bos-bos pada umumnya, selalu rajin mengontrol pekerjaan karyawan. Bahkan sering dadakan, yang justru membuat karyawannya selalu prima setiap saat. UMR(Upah Minumum Rata-rata) yang diberikannya pun lebih tinggi dari UMR di pulau Jawa. Bonus besar bisa diberikannya dengan legowo bagi mereka yang bekerja dengan baik. Libur kerja sampai seminggu pun pernah diberikannya kepada karyawan satu afdeling dengan produksi yield rangking satu.
Bahkan pengakuan dari salah satu mantan karyawannya, beliau memiliki kepribadian yang baik. Sifat kedermawannya tercermin dari hajatan yang sering dilakukannya rutin tiap dua tahun sekali. Yakni ulang tahun. Mungkin beliau lahir tanggal 29 Februari. Sekali ulang tahun beliau bisa mengeluarkan kocek sampai 7 miliar rupiah besarnya. Huwow.
Hukum alam tidak pernah berubah bagi manusia biasa. Mimpi dan ambisinya dibawa sejak menjadi salah satu karyawan ilegal logging. Pekerjaan kasar yang menempanya menjadi pekerja keras lagi ulet. Mungkin patut dijadikan sebagai salah satu kontestan iklan Rokok Sejati. Putra daerah yang membanggakan. Karena sekarang dia bisa mencapai puncak prestasi di kotanya.
Tahukah apa rahasianya? Istilah ini mungkin tidak pantas, premanisme. Sistem ini dipakainya untuk mewujudkan mimpi besarnya. Seperti politik Amerika Carrot and Stick. Jika kau baik akan diberikan upah yang layak, tapi jika kau salah pukulan yang akan kau terima.
Pernah suatu ketika salah satu karyawannya menggelapkan uang proyek pengerjaan pet untuk kebun sawit senilai 100 juta. Ternyata 40% dana proyek masuk kantong si karyawan sendiri. Apesnya hal ini tercium oleh tuan tanah, si srigala berbulu domba. Karyawan tersebut tidak dipecat atau diselesaikan secara hukum. Tapi ternyata tuan tanah ini mempunyai cara sendiri. Tiga perempat dari kediamannya (3 ha) berupa jeruji sel-100% dari besi-yang terhubung dengan PLN. Tuan tanah memenjarakan karyawannya di rumahnya sendiri.
Praktek seperti ini mungkin sudah berjalan belasan tahun tanpa ada tindakan dari pemerintah setempat atau dari aparat penegak hukum. Bagai macan ompong dibalik lencana kehormatan. Mereka telah tergadaikan dengan minyak goreng.
Naas kali karyawan tadi, mungkin aliran listrik sudah bersahabat dengan raganya. Tubuhnya menjadi kurus kering. Bahkan kulitnya hitam, mungkin karena terbakar. Gak terpikir lagi bagaimana nasib anak istrinya. Hati siapa yang tidak miris? Ternyata ada mafia besar di sekitar kita. Dia yang bermimpi besar tapi merusak tatanan.
Gelombang alfa otak ini melamun,
Berharap lebih banyak anak berseragam merah putih yang terinspirasi Raj atau terobsesi Vijay. Anak SD yang mempunyai mimpi besar dan indah lagi membawa berkah bagi seluruh alam.
————————-
legowo- senang hati
afdeling-satuan perumahan yang mengurus 30 blok (30x30ha) kebun, dihuni kurang lebih 150 orang
yield-hasil tonase tandan segar sawit
pet-jalan diantara dua pohon sawit berfungsi untuk berjalan, pendistribusian pupuk, maupun hasil panen
ini nyata
Pangkalan Bun, 6 Ramadhan 1432 H
October 6, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
Di sebuah negeri yang kini mulai merangkak naik, belajar berjalan, dan bersiap berlari. Negeri impian mungkin untuk 20 taun yang lalu. Benar ini bagai mimpi yang diramu dalam loyang dan bisa menjadi kenyataan. Diriku seperti biasa menaiki sepeda menuju tempat kerja. Di sepanjang jalan tidak terlihat lagi sampah berserakan, bahkan gak perlu khawatir memakai masker atau membersihkan
muka setelah perjalanan. Karena semua telah menjadi bersih. Dilantai-lantai jalan pun tidak lagi terlihat genangan-genangan air PDAM yang dulu biasa bocor dimana-mana. Sungguh bersih jalanan di sebuah kota kecil ini. Sampailah aku di sebuah perempatan dengan lampu merah yang masih menyala. Sambil menunggu, ku regangkan sejenak tubuh ini. Dan ku hirup udara sedalam-dalamnya, masih segar udara pagi ini. Walaupun sudah pukul 9 pagi. Dari samping ada seorang bapak-bapak menawarkan koran mingguan, berbagai berita dia jelaskan secara singkat, “Pak sekarang kita sudah bebas dari berbagai macam impor! Ini juga Pak, beberapa perusahaan asing sudah hanya tinggal beberapa yang bisa bertahan, semuanyaternasionalisasi”. Aku pun tersenyum, mendengar berita yang disampaikan bapak tadi, akhirnya aku pun memutuskan untuk membeli salah satu koran yang dia tawarkan. Sebelum Bapak penjual koran tadi pergi, dia membisikkan sesuatu di telingaku, “Pak, kita sekarang menduduki negara terjujur no 1 di dunia” sambil mengembalikan kembalian Rp 25,00 perak yang biasanya di negara lain nilai uang segitu sudah tidak dihiraukan lagi. Senyum mengembang dan air mata pun menetes beberapa butir, sungguh ini kenyataan. Ku usap air mata dan ku goes lebih kencang sepeda ku.
Hari ini memang aku agak kesiangan gara-gara lembur semalaman dan baru bisa tidur sejenak setelah sholat subuh. Memang di luar kewajaran. Telah lama budaya terlambat punah dari negeri ku ini. Semoga bos ku nanti bisa menerima alasan keterlambatanku. Menyelesaikan beberapa masalah laporan keuangan bulanan, jika tidak selesai bisa-bisa gaji karyawan bulan ini akan tertunda sehari.
Setelah semua urusan kantor selesai aku pun segera pulang. Dua kegembiraan ku hari ini. Pertama gaji karyawan telah terbagikan tepat waktu dan bosku bisa menerima alasan keterlambatanku tadi. Sepanjang jalan di sore yang ayu ini ku berpapasan dengan banyak orang. Wajah mereka familiar bagiku. Di depan sebuah warung kecil, ku lirik ada dua orang bapak-bapak berseragam polisi. Kelihatannya mereka sedang membeli permen. Mereka mungkin sudah lama tidak lagi merokok. Karena dulu saat aku masih kuliah polisi kalau tidak merokok mungkin kurang laki. Syukurlah perwira negeriku sudah lebih sehat dari pada para purnawirawan mereka dahulu. Sesaat setelah salah satu dari mereka membayar permen, terlihat mereka menolak uang kembalian dari penjaga warung. Sungguh indah, padahal dahulu alih-alih menjalankan tugas, yang ada para polisi di negeri ku malah ngemel rakyat kecil (semoga hanya oknum). Tapi sekarang begitu santunnya mereka, polisi telah menjadi pamong yang semestinya.

anakku kelak akan jadi polisi juga
October 6, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
Keimanan kepada Allah yang benar, adalah keimanan yang tidak mensekutukan Allah dalam bentuk apapun. Bisa dalam bentuk benda maupun yang lainnya. Hal ini bisa dijelaskan dalam sebuah bentuk ilmu. Ilmu tauhid namanya. Ilmu yang merupakan dasar pondasi agama Islam tentang bagaimana kita menghamba kepada Allah. Dalam bertauhid kita harus bisa menjadi sesorang yang bisa mengenal Allah dan Rasul-Nya. Cara beratuhid yang benar adalah dengan kita mencontoh bagaimana Nabi Muhammad mengesakan Allah. Bagaimana beliau memposisikan diri dan dunianya di hadapan Allah. Sehingga kita sebagai kaumnya, jika ingin mengenal dan bertauhid yang benar maka Nabi muhammad adalah contohnya.
“Sesungguhnya kamu dapati pada diri Rasul Allah itu teladan yang terpuji bagi mereka, yang menaruh harapan kepada Allah, dan yakin akan hari akhirat, dan senantiasa terkenang akan Allah” (QS 33:21)
Percaya kepada Tuhan belumlah cukup untuk menjadi seorang muslim. Kepercayaan kepada Tuhan bukan sebuah prestasi, karena pada dasarnya setiap manusia mereka ber-Tuhan. Tapi terkadang tuhan yang mereka tuhankan selama ini mungkin masih salah. Wujud Tuhan dalam kehidupan manusia menurut Ibnu Taimiah adalah Dia yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepadanya, merendahkan diri dihadapannya, takut dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam keadaan sulit, berdo’a dan bertawakkal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta padanya. Jadi bisa macam-macam bentuk Tuhan jika berdasarkan hal itu.
Kita kembali pada diri manusia sebagai makhluk sebelum kita melihat lebih jauh bagaimana seharusnya kita ber-Tuhan. Nilai utama yang dimiliki manusia adalah kemerdekaan. Kemerdekaan adalah nilai yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. karena manusia diberikan potensi berupa akal dan rasa yang keduanya merupakan kolabirasi yang menjadikan manusia bisa berfikir merdeka. Manusia memang terlahir merdeka. Dan akibat benturan dengan dunia luar, terkadang manusia menjadi tidak lagi memerdekakan dirinya. Di sisi lain, manusia dianugrahi nafsu, maka kemerdekaan yang terkalahkan nafsu akan menjadikannya terlalu menginginkan sesuatu. Dan akhirnya kecanduan terhadap sesuatu tersebut. Kemerdekaan pun sudah terkekang.
Semua jenis kekangan sebenarnya adalah penyakit. Karena kekangan ini menghalagi kita dalam berkarya. Dan jika hal ini terjadi, timbulah semacam manifestasi dari bentuk ketidakpercayaan kita terhadap Yang Kuasa. Kekangan ini bisa dalam bentuk kekhawatiran, ketakutan, kemalasan, bahkan sifat-sifat baik seperti kepercayaan diri, keramahan, dan kedermawanan bisa menjadi belenggu diri kita dalam menghamba kepada Allah. Dalam buku ini dijelaskan mengenai bagaimana kita sebagai manusia seharusnya bisa memposisikan diri. Dimana kita adalah hamba dan tidak bertuhan selain Allah. Karena terkadang kita melupanan hal yang paling mendasar dalam hidup kita. Yakni keimanan kepada Allah, tanpa keimanan manusia termasuk dalam makhluk yang bodoh, karena tidak menggunakan seluruh potensi yang dimilikinya.
Kekangan ini merupakan bentuk kesyirikan, karena sudah beralihnya Tuhan kita menjadi bentuk-bentuk kekangan tersebut. Secara garis besar terdapat beberapa kekangan yang menghalangi daya fikir kita menuju Tuhan yakni harta, tahta, dan wanita. Ketiganya merupakan perhiasan dunia yang menjadikan manusia turun derajat lebih hina dari pada binatang. Karena sudah tidak lagi bisa menggunakan akal fikirannya secara tepat sesuai kodratnya, ini semua karena kecintaan terhadap Tuhan sudah tergantikan dengan yang lain.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang mensyirikkan-Nya, tapi Ia akan mengampuni kesalahan lain bagi siapa yang diperkenankan-Nya. Barang siapa yang mensyirikkan Allah, sesungguhnya ia telah berdosa sangat besar”. (QS 4:48)
Jika diri kita sudah bisa terlepas dari kekangan-kekangan tersebut, dan merdeka sebagai seorang individu berakal dan bertuhan maka derajat manusia sebagai makhluk paling mulia sudah kita dapatkan. Apapun akan kita lakukan jika hal itu diperintahkan Allah
bahkan nyawa sekalipun. Karena puncak kenikmatan seorang hamba adalah menghamba dengan sungguh-sungguh tanpa adanya bentuk penghianatan.
————–
Resume Buku Kuliah Tauhid
Muhammad ‘Imaduddin ‘Abdulrahim
Ketua Pelaksana YPM Salman ITB 1399 H

perhiasan dunia-tahta
Sudahkan kita melepaskan berbagai kekangan-kekangan itu?
Mungkin benar, iman kita masih sebutir atom.
October 1, 2011 - Posted by kamal muzakki - 2 Comments
“Waktu dulu ku kecil pengen banget bisa pake baju yang gagah, pake celana jeans, pake jaket. Pengen kayak Mas Ipung. Pergi-pergi gak dimarahin ibu, boleh minum es, boleh hujan-hujanan, bahkan boleh tidur lebih malam dari Dunia Dalam Berita Program TVRI. Jam 9 malem. Kalo masih kecil, apa-apa gak boleh, ini gak boleh, itu gak boleh, bahkan makan permen pun gak boleh, Sedihlah kalo masih kecil. Pokoknya gak enak, enak jadi Mas Ipung”. Begitulah curhatan seorang temen yang sekarang sudah lulus sidang. Joko yang setia mendengarkan ceritanya dari tadi juga diam-diam membayangkan masa lalunya. Masa lalu yang ingin menjadi seorang pemuda.
Mereka adalah kakak kelas kita, mahasiswa ITB yang sudah menyelesaikan S1 nya dengan tepat waktu. Bahkan lencana cumlaude dapat mereka raih. Mereka sedang mengenang masa kecil yang serba tidak boleh. Mereka mengenang keinginan untuk bebas seperti sekarang.
……………..
Di siang yang panas, suhu udara mencapai 34°C, lebih panas 11°C dari suhu rata-rata Bandung. Seorang bapak-bapak berbaju lusuh bebalur debu dan tanah sedang giat bekerja sebagai buruh lepas. Gajinya tak seberapa, hanya cukup memberikan makan istri dan kedua anaknya. Dia bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, dan hanya berhenti untuk sholat. Kalau kau berpapasan dengannya, kau baru bisa menghayati potongan syair lagu “Kampusku” begini buyinya “Mereka lapar dan bau keringat”. Sungguh bau keringat si bapak sudah tercium dari radius 2 meter, entah memang gak bisa beli sabun mandi atau memang males mandi. Beliau asli dari Pati sebuah kabupaten kecil di Jawa Tengah yang mulai hidup sebagai transmigran di Kalimantan sejak tahun 1985. Beliau pernah bercerita, bahwa dirinya dulu gak dapat kesempatan untuk sekolah lebih dari kelas 6 SD.
“Ya ini Mas, nasib lulusan SD, kalo nggak macul ya ngarit” kata Beliau dengan aksen jawa.
Terkadang kita berfikir dunia ini tidak adil, melihat kenyataan yang begitu pilu. Melihat banyak sosok yang serupa, jutaan ordenya. Mereka yang sebenarnya punya etos kerja lebih tinggi dari pegawai negeri tapi gaji teri. Hanya kesempatan untuk menikmati bangku sekolah yang tidak mereka miliki.
……………..
“Siap grak!”
“Langkah tegap maju, jalan!”
“Halauan kanan, jalan!”
Suara itu bagai suara harimau lapar, keras, berat, dan lantang. Layaknya lumba-lumba, mungkin musuh akan lari terkencing-kencing hanya dengan getaran suara yang mereka teriakkan. Baret merah. Kopasus. Tak heran pasukan ini menduduki peringkat tiga dunia. Mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk negara tercinta. Mereka yang siap bertempur digaris depan dengan nyawa sebagai taruhan.
Banyak cerita tentang pasukan elit ini, seribu satu mungkin yang bisa bergabung menjadi bagian darinya. Karena tak banyak yang seberani mereka, bernyali banaspati. Mungkin yang membuat mereka pensiun bukan usia mereka, bukan kemapuan fisik yang mulai menurun. Tapi jika nyali Kopasus yang mulai meluruh.
Mungkin itulah kenapa adikku ingin jadi Kopasus.
……………
Tiga kata untuk mahasiswa; kebebasan, kesempatan, dan keberanian. Tiga potensi yang tidak setiap orang dianugerahi tiga sifat tersebut. Dengan itu Indonesia bisa merdeka, dengan itu Majapahit menguasai Nusantara, dan dengan itu pula Muhammad memberantas segala bentuk penindasan dan menegakkan Agama Islam.
Kita ini mahasiswa yang beruntung kawan, lahir di era reformasi, yang semua hak-hak kita sudah tidak lagi terkekang.
Kita bersyukur kuliah di ITB kawan, sebuah kawah candradimuka yang tidak setiap orang bisa masuk dan bisa keluar darinya.
Kita ini mahasiswa muslim kawan, sebuah anugerah yang tiada terkira, menjadi bagian dari Ulil Albab yang menyelami Islam dengan bukti empiris dari alam.
Dan kita telah mengorbankan banyak hal demi menjadi seorang mahasiswa. Bapak Ibu kita tak henti-henti berdoa demi kelulusan kita di USM/SNMPTN. Biaya Jutaan tergelontorkan begitu saja. Waktu tegadaikan demi kelolosan kita. Semesta mendukung kelulusan kita. AlhamdulILLAH kita sekarang menjadi bagian dari manusia-manusia yang diharapkan penduduk senegeri RI. Kontribusi kita telah banyak dinanti. Kita lakukan sebisa kita, belajar science, technology, dan art demi kemajuan bangsa. Membangun komunitas pembaharu yang bermanfaat bagi sesama. Mengurangi pengangguran dengan berwirausaha. Berakhlak mulia untuk menjadi pemimpin yang bijaksana.
Mari syukuri kemahasiswaan kita dengan bermanfaat bagi sesama, di setiap denyut jantung kita.

- keluarga mahasiswa pati itb-2011
September 27, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
Tulisan ini hanya opini untuk menanggapi salah satu tulisan di health.kompas.com 26/9/2011. Saya meyakini bahwa kunci kemajuan Indonesia ada pada cara pandang kita dalam mencapainya. Dan cara pandang seperti ini bisa bertolak belakang, cara pandang yang merusak moral bangsa. Berikut cuplikan artikel yang dimuat:
“Pengetahuan orang-orang muda mengenai metode kontrasepsi dan hubungan seks yang aman dinilai rendah. Kondisi tersebut memicu tingginya kasus kehamilan yang tidak diinginkan.
Dalam survei internasional yang dilakukan oleh Bayer Healthcare Pharmaceutical terhadap 6.000 remaja di 26 negara, terungkap peningkatan jumlah remaja yang melakukan seks tidak aman. Di Perancis angkanya mencapai 111 persen remaja, 39 persen di Amerika Serikat, dan 19 persen di Inggris.”
Mungkin saya sebagai calon biologist senang melihat hasil survei ini. Hasil survei ini mungkin bisa menjadi pembelajaran yang baik dan data yang akurat untuk penelitian. Dan tentunya sangatlah bermanfaat, jika ada rekomendasi konkret bagaimana kita bertindak agar angka tersebut bisa turun. Tulisan selanjutnya:
“Dari survei itu terungkap seperti responden di Mesir percaya mandi setelah berhubungan seks akan mencegah kehamilan dan seperempat responden di Thailand dan India mengatakan penetrasi yang dilakukan di masa menstruasi merupakan cara yang efektif mencegah kehamilan.
“Di mana pun negara Anda tinggal, hambatan informasi menjadi penyebab para remaja ini menerima informasi yang salah mengenai seks dan kontrasepsi,” kata Denise Keller, salah satu peneliti saat menyampaikan laporannya yang bertajuk The “Clueless or Clued Up: Your Right to be informed about contraception”.
Ia menambahkan, informasi yang akurat dan tepat mengenai kontrasepsi akan membantu para remaja membuat pilihan yang tepat yang berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan mereka.”
Saya menjadi bingung saat membaca bagian di atas. Kenapa pada saat informasi mengenai alat kontrasepsi akan membantu remaja dalam membuat pilihan yang tepat yang berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan mereka? Ada semacam keanehan, ada kerancuan tentang status seks bebas. Kelihatannya media harus meninjau ulang, karena masyarakat Indonesia mana yang membolehkan seks bebas. Mari kita lihat tujuan pengaturan pornografi dalam UU APP pasal 3, a. mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan; b. memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat. Dari dasar ini saja, kita harusnya bisa menilai mana media yang layak konsumsi masyarakat Indonesia mana yang tidak. Karena pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak juga menjadi urusan negara. Kalau media tidak bisa, silahkan berurusan dengan negara.
“Tingginya kasus kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan remaja menjadi isu global yang menjadi tema kampanye Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2011. Hubungan seks yang tidak aman pada remaja juga menjadi peringatan pada pentingnya kualitas edukasi seks bagi remaja.”
Di Eropa, hanya separuh dari responden yang mendapatkan informasi pendidikan seks dari sekolah, sementara itu di Amerika Latin, Asia Pasifik dan Amerika Serikat, hanya tiga perempat responden yang mendapatkan edukasi seks di sekolahnya.
Mayoritas responden juga mengakui mereka merasa malu untuk bertanya mengenai kontrasepsi pada petugas kesehatan.
“Para remaja tidak punya informasi yang akurat mengenai kesehatan seksual, tidak merasa mampu untuk memperoleh informasi itu dan mereka tidak punya kemampuan negosiasi untuk menggunakan kontrasepsi dengan pasangannya demi mencegah kehamilan atau penyakit infeksi seksual,” katanya.”
Oke, edukasi seks penting. Oke, Amerika Latin, Asia Pasifik, dan Amerika Serikat sudah tiga perempat responden mendapatkan pendidikan seks. Oke, para remaja (Eropa) butuh informasi tetang kontrasepsi agar tidak hamil. Tapi please deh…..ini Indonesia, bangsa kita semua. Jangan sekali-kali menyamakan kita dengan mereka, jelas dasar negara kita sudah berbeda, Pancasila. Pernahkanh berfikir apa yang terjadi saat anak-anak ABG membaca berita ini? Mereka akan berkesimpulan, “Oh….ternyata musti pake kontrasepsi sebelum melakukan hubungan seksual biar tidak hamil”. Tapi apakah ada yang berfikir, “Harga diri dan kehormatan adalah mahkota termahal, jadi mau hamil atau gak, ya jangan berhungan seksual sebelum nikah”.
Ayo lah kawan, saya tahu Bangsa ini sedang sakit, jangan kita perparah dengan hal-hal macam ini. Anak-anak muda adalah penerus kita. Mereka adalah pewaris resmi Indonesia. Mari kita jaga dengan media yang edukatif dan optimis pada masa depan.
September 22, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
Menikah adalah setengah dari agama, begitu tuntunan agama Islam. Dengan pernikahan manusia menjalin hubungan dengan lawan jenis yang sesuai dengan syariat. Kondisi lingkungan sosial yang mulai mengarah pada kondisi akhir zaman menjadikan orang tua yang memiliki anak yang cukup umur khawatir kalau anaknya terjebak dalam lubang perzinahan. Maka sebab itu dalam Islam barang siapa sudah siap untuk menikah walau persiapan secara materi kurang tetap diperbolehkan karena melihat resiko yang demikian besar.
Maka wajar banyak mahasiswa yang sudah menikah di masa perkuliahan, karena sebagian dari mereka beranggapan menikah dapat membentengi diri dari perzinahan dan itu memang benar. Walaupun tidak jarang orang awam menganganggap pernikahan di masa kuliah menjadi hal tabu. Karena secara finansial mereka belum mampu untuk menghidupi dirinya sendiri dan pasangannya.
Hal di atas masih dalam kewajaran dan masih dalam ruang lingkup Islam. Beberapa keanehan mulai terjadi, diantaranya perilaku homo seksual sehingga ada yang beberapa yang melakukan transgender. Padahal secara hormonal mereka normal, tapi dikarenakan persepsi yang berbeda menjadikan mereka seperti itu. Peristiwa lain seperti kawin kontrak yang melegalkan perzinahan atas dasar sudah menikah secara sah walau dasarnya hanya untuk pemenuhan hasrat sesaat yang dibumbuhi dengan uang. Begitulah Allah mengatur manusia, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umat manusia.
Masih berhubungan dengan pernikahan, ada sebuah ayat yakni An-nisa’ 23 yang menjelaskan salah satu kebesaran Allah yang melarang menikah dengan saudara-saudara dekat. Pada masa itu abad ke-6 masehi dimana ilmu-ilmu kedokteran belum berkembang. Apalagi ilmu genetika baru dikembangkan oleh mendel pada tahun 1800-an . Berawal dari sinilah pernjelasan tentang Allah melarang manusia menikah dengan saudara sendiri bisa dijelaskan, karena Allah akan memberikan yang terbaik bagi umatnya.
Penjelasan biologis
Hasil percobaan Mendel seorang biarawan dari Ceko, menjelaskan adanya proses persilangan dalam perkawinan. Jika keturunan pertama (F1) kawin dengan sesamanya maka yang akan dihasilkan semakin tinggi kemungkinan resesif/dominan anakannya. Hal yang seperti ini sangat berbahaya, karena jika gen resesif/dominan tersebut sebagai gen pembawa penyakit maka anak yang dihasilkan akan menderita penyakit. Padahal penyakit ini belum tentu diekspresikan orang tuanya, karena faktor dominan/resesif tadilah di anak malah bisa terekpresikan.
Kecacatan bisa berupa penyakit-penyakit yang diturunkan seperti buta warna, hemofilia (tidak bisa melakukan pembekuan darah), thalasemia, sindrom down, diabetes melitus, darah tinggi dan lain sebaginya. Penyakit penyakit tersebut diturunkan dari generasi ke generasi.
Jika dilihat kembali surat An-nisa’ ayat 23:
“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Manusia dilarang menikah dengan saudara kandung yang masih sangat dekat. Secara genetik memang akan menimbulkan berbagai penyakit genetik yang tersimpan dalam gen. Karena sifat-sifat baik yang dominan maupun resesif tersimpan dalam gen kedua pasangan yang menikah.
Contoh kasus Budi dan Ani merupakan saudara dekat, ayah Budi dan Ani merupakan adik kakak yang menghendaki anak-anak mereka bisa menjalin hubungan suami istri. Walaupun mereka masih sepupu, tapi dalam adat kebudayaan setempat tidak ada larangan dalam hal itu. Setelah menikah dua tahun kemudian mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki yang amat tampan. Mereka sangat bahagia dengan kedatangan bayi tersebut. Tapi setelah bebreapa bulan dimusim penyakit anak mereka terserang penyakit muntaber yang terjadi infeksi di saluran pencernaan. Sebenarnya muntaber merupakan penyakit yang sudah umum dijumpai di lingkungan kita yang disebabkan karena lingkungan yang kurang bersih.
Tanpa diketahui sebelumnya mereka memeriksakan bayi mereka ke sebuah rumah sakit. Dirumah sakit dirawat beberapa hari dan tak kunjung membaik kondisinya. Ternyata diagnosa dokter yang hanya sampai ke penyakit muntaber membawa bayi mereka ke kondisi yang semakin kritis karena terjadi pendarahan yang tak bisa diatasi oleh tubuh si bayi. Ternyata bayi mereka terkena penyakit hemofili yang diindikasikan tidak bisanya darah melakukan proses pembekuan darah. Dan tidak lama kemudian si bayi pun meninggal dunia.
Inilah salah satu contoh dimana pernikahan dengan saudara dekat dapat mengakibatkan penumpukan sifat yang buruk bisa menumpuk dalam suatu individu. Kemungkinan sifat-sifat gen buruk atau cacat akan semakin besar dimiliki oleh keturunan dari pasangan yang mempunyai kemiripan genotif. Selain itu menikah dengan saudara dekat secara moral dan tata nilai yang berlaku juga tidak baik karena itu mirip dengan yang binatang lakukan. Hal ini telah dijalaskan dalam surat An-nisa’ 23 yang melarang menikah dengan saudara dekat.
September 22, 2011 - Posted by kamal muzakki - 2 Comments
Banyak orang yang bilang kalau dunia ini akan berakhir jika terjadi ledakan nuklir yang sangat besar atau saat ada benda angkasa yang jatuh dan menghantam bumi. Itu semua merupakan hasil imajinasi manusia yang sangat jauh, padahal kiamat itu bisa terjadi hanya karena serangga kecil, lebah. Agen polinasi yang satu ini ternyata memiliki fungsi vital dalam kehidupan manusia. Jika polinasi tidak terjadi maka buah-buahan tidak akan lagi bisa dihasilkan, itu berarti ada vitamin dan protein esensial yang dibutuhkan manusia dan tidak lagi bisa terpenuhi, saat itulah umat manusia akan mengalami kepunahan. Selain fungsi vitalnya dalam polinasi, lebah juga sarat akan manfaat. Madu lebah bisa digunakan untuk obat maupun suplemen makanan, sarang lebah bisa digunakan untuk bahan membuat lilin, royal jelly lebah ratu bisa dimanfaatkan untuk obat, bahkan sengat lebah pun bisa dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif.
Jika dilihat lebih lanjut, selain potensi yang dimilikinya, lebah juga memiliki banyak perilaku yang unik, mulai dari tarian lebah yang bisa mengukur jarak nektar dan letaknya sehingga anggota koloni lebah yang lain pun tahu dimana posisi nektar berada dan para lebah pekerja bisa mengira-ngira berapa jumlah perbekalan madu yang harus mereka bawa agar bisa tetap bertahan selama perjalanan. Uniknya lagi, lebah sangat tertarik dengan sinar ungu (UV), dia menggunakan patokan cahaya matahari penghasil UV untuk menentukan letak nektar. Oleh karena itu, lebah akan sangat tertarik dan menunjukkan gerak taksis positf (gerak perpindahan tempat menuju objek).
Lebah madu menggunakan nektar yang berasal dari bunga untuk makan dan sebagian disimpan dalam bentuk lain. Cadangan makanan lebah madu inilah yang kita sebut sebagai madu. Dengan ketersediaan bunga sepanjang tahun, secara ekologi daya dukung yang diperlukan lebah untuk bertahan hidup sudah mampu tercukupi. Sehingga jika kita memanfaatkan lebah sebagai agen ekonomi dan madu sebagai barang ekonomi, hal ini sangatlah potensial untuk dikembangkan.
Sayangnya sampai saat ini, budi daya lebah madu masih masih secara konvensional. Sehingga hasil yang diperoleh pun masih belum dapat menembus pasar internasional. Misal saja masalah kejernihan madu, madu Indonesia masih kalah dengan madu luar negeri. Hal ini akan berdampak pada harga jual madu kita. Oleh karena itu, perlu dilakukan improvisasi dalam beberapa hal agar madu yang dihasilkan lebih jernih sehingga harganya pun tinggi dan mampu bersaing dengan luar negeri.
Dengan beberapa penerapan teknologi yang mengacu pada perilaku lebah madu, diharapkan dapat meningkatkan madu dari segi kualitas maupun kuantitas. Karena hal ini lah sebenarnya permasalahan yang membuat kekayaan yang kita punyai kurang bisa termanfaatkan dengan baik. Mari kita budi dayakan lebah madu dengan basis biologi perilaku. Supaya kita sebagai pewaris Indonesia tidak menjadi ayam yang mati di lumbung padi.

#minta dukungan moril, semoga beberapa bulan ke depan bisa membuktikan hal ini.
#ini baru lebah madu. Sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan?
September 21, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
Pejabat itu tiap ngomong didengerin, walaupun isi omongannya rada nglantur. E… omongan yang ngelantur tadi malah dipake referensi diskursus dalam tiap forum. Siapa yang gak mau? Dah dapet tunjangan ini itu, dapet rumah dinas, dapet mobil dinas, dapet laptop dinas, bahkan mungkin semua barang yang dia pake setiap hari statusnya inventaris. Gak perlu pinter-pinter lah kalo mau kayak gitu aja. Gak perlu ijazah bahkan anak SD pun mungkin bisa kalo mau.
Ada cerita lucu di suatu kabupaten di Jawa Tengah seorang pejabat teras kabupaten lah. Pas acara 17-an, biasa kan kalau pejabat diminta mengisi amanat upacara atau sekedar datang dan duduk melihat yang lain berdiri tegap. Nah pejabat yang satu ini dapat kehormatan untuk berbicara tentang proklamasi dan kemerdekaan. Seperti pada umumnya pejabat sekarang, dia mengeluarkan selembar kertas dengan gaya kharismatik dan kemudian mulai membaca.
Tiba-tiba terdengar gemuruh tawa membahana. Mungkin pasukan militer yang ikut juga agak mringis menahan tawa. Lha gimana gak ketawa? Pejabat tadi bilang gini, “Kepada yang terhormat Bapak Wakil Bupati, yang terhormat Ketua DPRD, yang terhormat Bapak Kapolres, serta Bapak dua, Ibu dua, para pelajar dan seluruh warga kabupaten yang saya cintai”. Dasar gak pernah makan bangku sekolah! Mana ada bapak dua ibu dua? Memang sih kalo pejabat ngomong tetep didengerin, tapi habis itu ketawain.
Tapi jangan dianggap remeh bapak Pejabat yang saya rasani tadi. Beliau itu sudah lulus sebagai Bupati, seseorang yang sudah bisa mengalahkan calon-calon lainnya. Beliau mungkin sudah yang terbaik dari yang ada, dari segi materi-jelas-, dari segi ilmu-meneketehe-.
Banyak orang ingin jadi pemimpin, banyak tuh training-training Leadership. Dan kelihatannya berhasil untuk skala nasional, buktinya ada puluhan parpol. Parpol-parpol yang gak jelas visi-misinya, cuman ingin jadi pemimpin-pejabat- ujung-ujungnya. Padahal niat baik, maksud mulia para trainer training ingin membentuk jiwa kepemimpinan untuk diri sendiri, biar bisa menjalani hidup sesuai default-nya. Bukan mimpin diri sendiri aja belum bisa mau mimpin umat manusia. Pecahkan saja gelasnya! biar kiamat sekalian.
Kelihatannya saya juga kena hasutan-hasutan leadership deh. Salah persepsi kali ya? Saya juga pengenlah jadi pemimpin kalo gitu, presiden umpama. Mimpin diri sendiri oke, mimpin negara woke. Kan katanya yang paling baik manusia itu yang paling bermanfaat. Ya semoga bisa jadi pemimpin yang bermanfaat bagi semesta alam.
#dalam do’a saya selalu ingin jadi pemimpin, dalam do’a yang lain saya ingin dijauhkan dari jabatan pemimpin. Ihdinashiratalmustaqim.
- Nglantur : kelewat batas
- Diskursus : wacana
- Meringis : menahan tawa tapi giginya masih kelihatan
- Rasani : gosipin
September 21, 2011 - Posted by kamal muzakki - 0 Comments
alau mau dihitung hidup kita itu hanya 60 tahunan rata-rata. Kalau bisa lebih, berarti itu kesempatan untuk menambah amal baik. Tapi jika ternyata meninggal pas masa muda berarti itu adalah anugerah dari Tuhan supaya kita tidak banyak berbuat dosa. Memang harusnya seperti itu kita harus memandang kehidupan, dari sudut pandang yang baik. Sekarang mungkin umur kita baru 20 tahunan nambah dikit atau kurang dikit yang jelas menurut rata-rata kehidupan orang hidup kita sudah terlewati sepertiganya. Pertanyaannya adalah “Apa karya kita?”.
Mungkin kondisi kita berbeda-beda, ada yang finansialnya bagus yang bisa kemana-mana, mau apa saja bisa, mau berpetualang, mau membantu orang, mau bersenang-senang juga bisa. Namun mungkin kita yang banyak duit tadi ternyata punya pantangan untuk tidak boleh makan nasi dan minum gula (diabetes) umpama. Berat juga kan ternyata kalau punya banyak uang tapi gak bisa makan yang manis-manis. Mungkin ada juga yang memiliki keterbatasan fisik, tidak bisa melihat umpama, hidupnya tidaklah seterang kita yang bisa menikmati indahnya alam, menikmati indahnya warna-warni dunia, tapi apakah kita tahu apa hikmah dibalik tidak adanya mata yang dipunyainya? Saya kenal dengan beberapa mahasiswa yang ternyata buta, mereka dikarantina dalam sebuah panti di sanalah mereka para tunanetra ditampung. Jangan salah kawan, saya yakin mental saya masih kalah dengan mereka dalam hal semangat belajar. Mereka tidak bisa membaca langsung, boro-boro mau belajar SKS (sistem kebut semalam) lihat tulisanpun mereka tidak bisa. Mereka hanya mendapatkan kesempatan mendapat informasi di kelas. Ya, itu saja, selebihnya mereka harus mencatat ulang apa yang mereka dengar dengan menggunakan huruf-huruf timbul itu. Semangat luar biasa itulah yang mereka punya. Dalam keterbatasan fisik mereka bisa setara dengan kita-kita yang bisa melihat. Hal yang mereka lakukan untuk belajar adalah fokus saat di kelas, berusaha untuk mengingat apa yang dikatakan dosennya, merekam bahan kuliah dari dosen, mendengarkan kembali di rumah, lalu melukiskan dalam bentuk tulisan timbul. Ya begitulah, rumit bukan? Itu butuh dua atau tiga kali semangat yang kita punya saat ini. Bukti hasil belajar mereka dalam mengatasi kekurangan yang mereka punya adalah kemampuan mereka untuk fokus. Bayangkan, untuk bertanya nomor handphone, mereka tidak perlu mencatat, cukup hanya dengan ingatan yang mereka dengar. Luar biasa.
Ya, itu hanya beberapa contoh bentuk kehidupan yang ada di sekitar kita. Pertanyaan itu muncul lagi, “Apa karya kita?” karya dengan segala potensi yang kita punya sekarang ini. Karya yang bisa kita jadikan bekal setelah mati, karya yang memberikan manfaat untuk orang yang kita sayangi, karya untuk bangsa ini.
Terkadang semangat itu membuncah untuk sementara waktu. Semangat untuk menghasilkan sebuah karya, semangat untuk menjadi lebih baik, semangat untuk mengubah sekitar, semangat untuk memberikan hadiah untuk orang yang kita cintai, semangat untuk tidak berdiam diri. Tapi entah kenapa manusia bisa lupa dengan semangat yang baru dimilikinya itu hanya gara-gara ada hal yang menarik yang mungkin bersifat sesaat. Tapi itu manusiawi, Kawan.
Manusia tempatnya salah dan lupa
Ya, itulah mungkin dasarnya kenapa kita sering lupa dengan semangat yang kita punya. Lalu apa yang harus kita punya supaya pertanyaan “Apa karya kita?” bisa terjawab dengan lantang. Kuncinya ada di di surat Al-Asr, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Saat ada orang yang selalu mengingatkan untuk sealu bersemangat, saat ada orang yang selalu menasehati untuk selalu berkarya, kita akan selalu memiliki power itu untuk bisa menjawab “Apa karya kita?”. Kalau sahabat itu bisa dibeli, satu mobil limosin pun gak akan cukup.
Jagalah sahabatmu untuk bisa menjaga semangatmu dan mewujudkan karya-karyamu!